Cegah Bilik Usangnya Runtuh, Bantu Bangun Rumah Layak Huni untuk Nenek Nuraida

Nenek Nuraida, seorang wanita tua renta yang hidup dengan anak sulungnya di dalam rumah beralas tanah. Beliau hidup dibayang-bayangi rasa takut akan tertimpa atap rumah, serta pondasi rumahnya yang mulai rapuh.

Simpan

Cegah Bilik Usangnya Runtuh, Bantu Bangun Rumah Layak Huni untuk Nenek Nuraida

Target

0 0

0%
0 26 hari tersisa

Cegah Bilik Usangnya Runtuh, Bantu Bangun Rumah Layak Huni untuk Nenek Nuraida

Update : 29 Oct, 2021


Dari Abu Hurairah radliyallahu anhu berkata, telah bersabda Rosulullah Shallallahu alaihi wa sallam:

“Allah senantiasa menolong seorang hamba selama hamba itu menolong saudaranya". (HR. Muslim)

Sahabat dermawan, Diusia 68 tahunnya, Nenek Nuraida hidup dibayang-bayangi rasa takut akan tertimpa atap rumah yang sudah usang serta pondasi rumahnya yang mulai rapuh. Hal ini menjadi kecemasan bagi ketiga anaknya. Dua anaknya telah berkeluarga, namun sudah tidak tinggal di rumah yang sama. Hanya kakak tertua mereka yang setia menemani ibu nya untuk tetap tinggal di rumah tua itu. Nek Nuraida, begitu biasa warga Desa Pematang Serai Dusun V Tanjungpura menyapanya. Kesehariannya dia hanya berdua bersama anak Sulungnya bernama Rosmaida yang saat ini kesehatannya juga dalam kondisi tidak baik. Nek Nuraida pun kakinya sudah tidak sanggup lagi untuk berdiri, ada komplikasi yang sudah bersemayam ditubuhnya puluhan tahun lamanya.



Keseharian dirinya hanya mampu tidur diatas dipan, dan sesekali saja mencoba duduk, kemudian berjalan tertatih menuju dapur ataupun sumur dengan bertumpu pada tiang serta dinding rumah yang mulai lapuk. Kedua puterinya Eni Marlina dan Ida Purwanti yang sudah tidak tinggal serumah dengan Nek Nuraida setiap hari bergantian menjenguknya, dari mulai mengurus makan dan mandinya.



Kondisi rumah sungguh memprihatinkan, dengan tiang pondasi yang mulai keropos, dinding ayaman bambu yang mulai usang dan banyak lobang, belum lagi atap daun nipahnya yang sudah berkali-kali diganti namun tetap tidak layak untuk sebagai tempat berteduh. Dikala hujan deras, tempat tidur serta seluruh kamar sudah dipastikan akan kebanjiran.



Melihat kondisi rumah yang tak layak ini, Nek Nuraida sudah dibujuk berkali-kali oleh anaknya agar berkenan pindah meninggalkan rumah tersebut. Namun, Nenek bersikukuh untuk tetap tinggal dirumah itu karena memiliki banyak kenangan bersama suaminya. Dulu suami Nek Nuraida adalah seorang pria Tionghoa Muallaf. Pak Acai namanya, yang kemudian berganti nama menjadi Sulaiman, adalah seorang buruh tani. Segala macam pekerjaan serabutan ia jalani demi dapat menafkahi istri dan ketiga putrinya kala itu.

"Orang yang membantu para janda dan orang-orang miskin, seperti orang yang berjihad di jalan Allah atau seperti orang yang selalu berpuasa siang harinya dan selalu sholat malam pada malam harinya." (HR Al-Bukhari).

Sahabat Dermawan, ringankan beban Nenek Nuraida dengan infaq terbaik kita, Insha Allah ACT MRI Langkat terus mendampingi dan berupaya sehingga Nek Nuraida mendapat tempat tinggal yang layak huni. Donasi terbaikmu amat dinantikan,Mari bersama sampaikan kepedulian terbaik melalui laman aksi ini!

Salurkan sedekah terbaikmu dengan cara:

1. Klik Sedekah Sekarang
2. Masukkan nominal sedekah
3. Masukkan informasi pelengkap dan pilih metode transfer seperti BSI/Mandiri/BCA/BNI/BRI, Gopay atau OVO
4. Selesaikan dengan klik Sedekah
5. Dapatkan laporan sedekah dari email dan atau whatsapp yang kamu cantumkan

Jangan lupa share program sedekah ini agar semakin banyak yang ikut membantu.
Salam hangat!

*dengan bersedekah melalui laman ini, kamu telah menyetujui syarat dan ketentuan yang berlaku 

Tidak ada hasil ditemukan
Sedekah Sekarang