Rumah Reot Listrik Tak Ada, Bantu Renovasi Rumah Bapak Mangati Yang Sudah Rapuh

Krisis ekonomi keluarga sangat dirasakan. Pendapatan yang pas-pasan, rumah yang ditinggali Nya pun sudah reot, tak memiliki sumber listrik dan air bersih dan layak.

Simpan

Rumah Reot Listrik Tak Ada, Bantu Renovasi Rumah Bapak Mangati Yang Sudah Rapuh

Target

0 0

0%
0 26 hari tersisa

Rumah Reot Listrik Tak Ada, Bantu Renovasi Rumah Bapak Mangati Yang Sudah Rapuh

Update : 02 Nov, 2021


Rumah Reot Listrik Tak Ada, Bantu Renovasi Rumah Bapak Mangati Yang Sudah Rapuh

"Barang siapa melapangkan seorang mukmin dari satu kesusahan dunia, Allah akan melapangkannya dari salah satu kesusahan di hari kiamat. ... Allah akan menolong seorang hamba selama hamba itu mau menolong saudaranya." (HR. Muslim).

Krisis ekonomi keluarga sangat dirasakan. Pendapatan yang pas-pasan, rumah yang ditinggalinya pun sudah reot, tak memiliki sumber listrik dan air bersih dan layak.


Inilah kisah bapak Mangati (58 tahun) dan keluarganya, hidup dibelantaran hutan dengan kondisi ekonomi keluarga yang cukup memperihatinkan. Tak membuatnya patah semangat untuk terus menjalani kehidupan yang makin hari semakin terpuruk.

Terlebih lagi saat ujian lain datang menghampirinya, disaat sedang bekerja memperbaiki rumahnya bapak Mangati tertusuk paku bekas. Karena tidak pernah di obati, bekas tusukan tersebut kini mengancam dirinya akan kehilangan salah satu kakinya.


Infeksi pada kaki kirinya, kini hanya mengandalkan obat-obatan tradisional untuk kesembuhannya. Kondisinya yang saat ini sedang sakit karena pembengkakan di kaki Nya, bapak Mangati merasa tidak berdaya lagi karena tidak bisa berjalan dan mencari nafkah untuk keluarga.

Dibalik rasa sakitnya hingga membuatnya tidak bisa bekerja lagi, istri dan anaknya kini menjadi tulang punggung keluarga.

"Sudah 5 bulan ia merasa kesakitan, semenjak itu saya dan anak-anak berpikir keras harus mencari pekerjaan yang bisa menghasilkan uang untuk menghidupi kebutuhan keluarga kami, dan pekerjaan satu-satunya yang saat ini bisa kami lakukan adalah menjual kelapa hasil kebun dari milik pemerintah yang saat ini dikelola oleh sekelompok masyarakat yang tinggal di dekat perkebunan tersebut". Curhat Istri Mangati.


Disanalah, rupiah demi rupiah dikumpulkan untuk digunakan memenuhi kebutuhan keluarga bapak Mangati. Satu buah kelapa sangat bermanfaat bagi roda perekonomian keluarganya saat ini. Selama sebulan ia hanya dapat memperoleh penghasilan Rp. 100- Rp. 200 ribu, itupun tidak cukup.

Untuk memenuhi kebutuhan lainnya seperti air layak, anak-anak dari bapak Mangati harus berjalan kaki sekitar 200 meter ke sungai untuk mengambil air karena di rumahnya tidak ada sumber air. Sedangkan di setiap malamnya hanya mengandalkan lampu pelita untuk digunakan beraktivitas di dalam ruang rumahnya, karena jauhnya mereka tinggal dari perkampungan sehingga ia tidak mendapatkan akses listrik untuk menerangi rumahnya.

“Saya syukuri saja apa yang telah diberikan oleh Allah SWT, saat ini saya sangat ingin merenovasi rumah saya menjadi lebih layak untuk keluarga saya dan membantu pengobatan suami saya agar kedepannya ia dapat bekerja lagi membantu keluarga”, tambahnya.


Meski pendapatan yang pas-pasan, mimpi Istri dari Bapak Mangati sangatlah besar sejak dulu. Hidup mandiri setelah menikah dan memiliki anak, mempunyai rumah layak sangatlah ia impikan sejak menikah.

Salurkan sedekah terbaikmu dengan cara:

1. Klik Sedekah Sekarang
2. Masukkan nominal sedekah
3. Masukkan informasi pelengkap dan pilih metode transfer seperti BSI/Mandiri/BCA/BNI/BRI, Gopay atau OVO
4. Selesaikan dengan klik Sedekah
5. Dapatkan laporan sedekah dari email dan atau whatsapp yang kamu cantumkan

Jangan lupa share program sedekah ini agar semakin banyak yang ikut membantu.
Salam hangat!

*dengan bersedekah melalui laman ini, kamu telah menyetujui syarat dan ketentuan yang berlaku 

Tidak ada hasil ditemukan
Sedekah Sekarang