Nenek Arimi Tidur Kedinginan, Ayo Bantu Hadirkan Tempat Tinggal yang Layak!

Tinggal seorang diri di gubuk kecil yang dibangun swadaya masyarakat itu menjadikan fisik Nenek Arimi terus melemah. Apalagi jika ada angin dan hujan, beliau bisa tidur kedinginan. Mari bangun rumah layak untuk Nenek Arimi dengan sedekah terbaikmu!

Simpan

Nenek Arimi Tidur Kedinginan, Ayo Bantu Hadirkan Tempat Tinggal yang Layak!

Target

0 0

0%
0 88 hari tersisa

Nenek Arimi Tidur Kedinginan, Ayo Bantu Hadirkan Tempat Tinggal yang Layak!

Update : 17 Nov, 2021


Sahabat, perkenalkan Nenek Arimi, usianya kini menginjak 79 tahun. Kondisi fisiknya telah melemah, penglihatannya sudah kurang jelas, berjalan pun sudah mulai bungkuk dan terseok-seok. Kondisi inilah yang menggambarkan keadaan beliau yang tinggal seorang diri di sebuah gubuk reyot ukuran 3x3 di pelosok Pasuruan. Suaminya sudah meninggal 20 tahun yang lalu dan tidak punya keturunan.



Gubuk yang dibangun oleh swadaya masyarakat tersebut kondisinya sudah rapuh. Kalau ada angin dan hujan, sudah pasti Nenek Arimi basah kuyup dan kedinginan. Sampai pada suatu malam saat hujan deras dan angin kencang, beliau pernah pingsan akibat tidak kuat menahan dingin. Barang-barang di rumahnya pun akhirnya berserakan dan basah.

“Saya sampai pingsan, Mas karena ga kuat nahan dingin. Mau minta tolong tetangga juga tidak bisa, karena kondisi fisik saya sudah rentah seperti ini. Jadinya ya hanya bisa pasrah waktu itu, untung masih diberi kesempatan untuk bisa terus beribadah, Mas,” ungkap Nenek Arimi dengan penuh kesedihan.



Selain rapuh, rumah beliau juga tidak memiliki pencahayaan yang maksimal, sehingga Nenek Arimi seringkali terjatuh saat ingin menunaikkan sholat malam. Satu-satunya pencahayaan berasal dari lampu redup yang disalurkan warga dari mushala yang berjarak 25 meter dengan rumah beliau. Sehingga kalau lampu mushala mati, pencahayaan di rumah beliau juga mati.

Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari saja, biasanya Nenek Arimi dibantu oleh tetangga dan masyarakat sekitar. Namun sejak adanya pandemi, kondisi masyarakat juga kesulitan ekonomi, sehingga tidak ada yang mengantarkan sembako dan makanan untuk beliau. Sehingga Nenek Arimi seringkali makan nasi aking, sisa nasi dari para tetangga yang sudah dikeringkan.





Melihat kondisi dan perjuangan Nenek Arimi seorang diri, InsyaAllah Tim ACT-MRI Pasuruan berikhtiar untuk melakukan renovasi rumah beliau menjadi lebih layak dan memberikan bantuan pangan untuk memenuhi kebutuhan hariannya. Maukah sahabat membantu ikhtiar ini?

Allah Ta'ala berfirman, “Tahukah kamu (orang) yang mendustakan agama? Maka itulah orang yang menghardik anak yatim, dan tidak memberi makan orang miskin.” (QS Al Maun: 1-3)

Sahabat, mari bersama bantu ringankan beban derita Nenek Arimi di usia senjanya, agar beliau bisa hidup lebih layak dan kebutuhan pangannya tercukupi.

Salurkan sedekah terbaikmu dengan cara:

1. Klik Sedekah Sekarang
2. Masukkan nominal sedekah
3. Masukkan informasi pelengkap dan pilih metode transfer seperti BSI/Mandiri/BCA/BNI/BRI, Gopay atau OVO
4. Selesaikan dengan klik Sedekah
5. Dapatkan laporan sedekah dari email dan atau whatsapp yang kamu cantumkan

Jangan lupa share program sedekah ini agar semakin banyak yang ikut membantu.
Salam hangat!

*dengan bersedekah melalui laman ini, kamu telah menyetujui syarat dan ketentuan yang berlaku 

Tidak ada hasil ditemukan
Sedekah Sekarang