Usahanya Tak Berjalan Karena Tak Ada Modal, Ayo Bantu Pak Surip Berjualan Lagi

Penghasilannya menjadi tukang pijat tak bisa mencukupi kebutuhannya sehari-hari. Kemoceng yang biasa dibuat pun tak lagi diproduksi karena tak ada modal. Yuk, bantu beri modal untuk Pak Surip!

Simpan

Usahanya Tak Berjalan Karena Tak Ada Modal, Ayo Bantu Pak Surip Berjualan Lagi

Target

0 0

0%
0 60 hari tersisa

Usahanya Tak Berjalan Karena Tak Ada Modal, Ayo Bantu Pak Surip Berjualan Lagi

Update : 18 Nov, 2021


Tak semua orang bisa bekerja dengan penghasilan yang layak. Tak semua orang bisa membuka usaha dengan sukses. Pak Surip salah satunya yang mengalaminya ditambah lagi sebagai penyandang tuna netra.

Biasa dipanggil Pak Surip, laki-laki paruh baya, penyandang disabilitas tuna netra yang berasal dari Gemawang, Kabupaten Temanggung yang berprofesi sebagai tukang pijit. Kebutaannya bermula saat masih duduk di bangku kelas 3 Sekolah Dasar, saat beliau mengalami sakit panas kemudian mulai saat itu penglihatannya mulai terganggu. Semakin beranjak remaja, penglihatannya semakin memburuk dan puncaknya mengalami kebutaan total saat berusia 14 tahun, praktis sekolahnyapun terhenti.

cacf129a36970027507b28704d37a9cc.jpg

Beberapa tahun kemudian Pak Surip mencoba mengadu nasib merantau ke ibukota, setelah mencari peluang kerja kesana kemari akhirnya pak Surip bertemu dengan suatu lembaga yang bersedia menampung kaum difabel. Di sana juga diajarkan beberapa keahlian yang bisa digunakan sebagai bekal mencari nafkah. Berbekal keahlian memijat yang sudah dipelajari maka Pak Surip mulai menjalani profesi sebagai tukang pijit tuna netra di bawah naungan lembaga tersebut dan juga mulai membina rumah tangganya sendiri.

309d3420c04de7a3f07280b17a9830d7.jpg

Namun itu tidak bertahan lama, karena Pak Surip diputus hubungan kemitraan dari lembaga tersebut. Cobaan pun datang kembali saat perpisahannya dengan sang istri karena merasa tidak ada saling kecocokan. Setelah mengalami cobaan demi cobaan pak Surip akhirnya memutuskan untuk kembalki ke tanah kelahirannya di Temanggung.

ee9840bec433746be48e5ff5c18a841b.jpg

Pak Surip kembali merantau dengan menekuni profesi sebagai tukang pijit ke daerah Secang, Kabupaten Magelang. Beliau menempati kamar kontrakan berukuran 3 x 3 meter persegi yang juga digunakan sebagai tempat prakteknya. Penghasilan dari memijat tidak bisa diandalkan, bisa jadi dalam satu minggu hanya mendapatkan 2 orang pelanggan dengan tarif Rp35.000 perjam, praktis penghasilannya tidak bisa digunakan untuk mencukupi seluruh kebutuhannya.

Untuk itu Pak Surip pernah mempunyai usaha lain yaitu membuat kerajinan tangan seperti kemoceng dari bahan tali plastik yang dijajakan dipinggir jalan lampu merah. Namun sekarang terhenti karena kehabisan modal sebab hasil dari penjualan digunakan untuk membeli kabutuhan sehari-hari.

665a98e713370755fdc9708a977a3015.jpg

"...Barang siapa membantu kesulitan seorang muslim, maka Allah akan membantu kesulitannya dari beberapa kesulitannya nanti pada hari kiamat..." (Hadist Riwayat Bukhari)

Saat ini Pak Surip membutuhkan bantuan modal usaha agar bisa memproduksi kerajinannya kembali. Insyaallah, tim ACT Magelang akan memberikan bantuan modal usaha tersebut, agar Pak Surip bisa bertahan hidup dan memenuhi kebutuhannya sehari-hari.

Salurkan sedekah terbaikmu dengan cara:

1. Klik Sedekah Sekarang
2. Masukkan nominal sedekah
3. Masukkan informasi pelengkap dan pilih metode transfer seperti BSI/Mandiri/BCA/BNI/BRI, Gopay atau OVO
4. Selesaikan dengan klik Sedekah
5. Dapatkan laporan sedekah dari email dan atau whatsapp yang kamu cantumkan

Jangan lupa share program sedekah ini agar semakin banyak yang ikut membantu.
Salam hangat!

*dengan bersedekah melalui laman ini, kamu telah menyetujui syarat dan ketentuan yang berlaku 

Tidak ada hasil ditemukan
Sedekah Sekarang