Bantu Bangun Sekolah Tepian Negeri Agar Lebih Layak, Cukup Berat Perjuangan Mereka Untuk Sekolah

Potret Sekolah di Tepian Negeri. Indonesia Sudah lama Merdeka. Namun Untuk Bisa Sekolah Mereka Perlu Perjuangan Berat Setiap Hari.

Simpan

Bantu Bangun Sekolah Tepian Negeri Agar Lebih Layak, Cukup Berat Perjuangan Mereka Untuk Sekolah

Target

0 0

0%
0 175 hari tersisa

Bantu Bangun Sekolah Tepian Negeri Agar Lebih Layak, Cukup Berat Perjuangan Mereka Untuk Sekolah

Update : 23 Nov, 2021


Anak-anak Indonesia merupakan ujung tombak kemajuan generasi mendatang. Banyak yang harus dipersiapkan, termasuk pendidikan sejak dini. Namun jika pendidikan belum merata hingga ke pulau-pulau terjauh dan terluar negeri ini belum terpenuhi, bagaimana nasib para penerus bangsa?

Harus diakui, memang masih banyak sekolah yang belum memiliki sarana dan prasarana yang baik. Mulai dari sekolah yang rusak, peralatan penunjang belajar yang tidak lengkap, atau bahkan tidak tersedia. Hal ini yang menjadi salah satu faktor mengapa kualitas pendidikan di tepian negeri tak sebaik di kota-kota besar.

Kenapa membangun sekolah di tepian negeri?

Seperti kita tahu, pendidikan kita belum merata. Banyak anak-anak di tepian negeri, daerah terpencil dan terluar Indonesia yang belum bisa dikatakan layak fasilitas pendidikannya. Banyak sekolah yang rapuh, bocor, beralas tanah / pasir dan hampir rubuh dindingnya.

Salah satunya adalah sekolah MIS SABILILLAH PODANG.berada di Kampung Ulu Galung, Dusun Waekool, Desa Nanga Mbaling, Kec. Sambi Rampas, Kab. Manggarai Timur, NTT. Letaknya berada di utara bagian timur pulau flores dan berjarak cukup jauh dari pusat kota dengan akses jalan yang masih sulit dijangkau, terutama saaat musim hujan datang.

Didirikan dibawah naungan yayasan Sabilillah Podang, sebagai alternatif jawaban atas persoalan pendidikan yang berkembang di masyarakat. Selama ini masyarakat selalu dihadapkan dengan beberapa pilihan dalam pendidikan:

Pertama, akses sekolah terdekat sebelum MIS Sabilillah Podang berdiri yaitu berada di kota yang berjarak 50KM, dan keterbatasan kendaraan, Mengharuskan anak-anak tinggal di rumah kerabatnya yang berada di kota bahkan tak sedikit orang tua mereka yang menyewakan tempat tinggal untuk anaknya selama belajar. Hal ini mau tidak mau orang tua hadapi demi pendidikan anaknya, meskipun kondisi ekonomi mereka juga sulit.

Kedua, jika masyarakat memilih pendidikan yang berbasis religi (agama) saja maka konsekuensi yang diterima adalah kekurangmampuan lulusan tersebut dibidang sains (ilmu pegetahuan umum), padahal keilmuan ini sangat dibutuhkan untuk mengembangkan kehidupan yang lebih baik.

Ketiga, jika masyarakat memilih pendidikan yang berbasis sains (ilmu pengetahuan umum), maka konsekuensi yang diterima adalah kekurangmampuan lulusan pendidikan tersebut dalam bidang religi (agama), padahal ilmu agama juga sangat dibutuhkan sebagai pembentuk moral dan akhlak.

MIS Sabilillah Podang berdiri sejak tahun 2000. memiliki 33 murid dan 5 guru honorer. Kondisi bangunannya berdinding kayu memanjang dengan beratapkan seng, beralaskan tanah. beberapa pintu dan jendela. Bangunan yang memanjang tersebut dibagi menjadi 4 ruangan: 3 ruang kelas dan 1 ruang guru.

Ruang belajar dengan kondisi yang serba kekurangan. Seperti yang terlihat pada gambar di samping, meubelair yang terbatas, lantainya beralas pasir dan beberapa kondisi murid yang datang ke sekolah untuk belajar mengenakan pakai seadanya.

Terdapat salah satu ruang kelas yang digunakan menjadi beberapa fungsi dengan disekat kayu: ruang perpustakaan, ruang kepala sekolah dan ruang guru. Seperti terlihat pada gambar di atas, lantainya dibuat dari cor semen yang sudah rusak pada beberapa bagian dan berubah jadi alas pasir.

Pada saat tim ACT Tepian Negeri datang memberikan bantuan yang salah satunya paket pangan guru. Guru MIS Sabilillah Podang yang mengabdi kepada masyarakat dan negara demi mewujudkan cita-cita anak didiknya menjadi SDM yang hebat, pendapatan mereka hanya Rp. 200.000 dalam sebulannya, dikarenakan kondisi tersebut mereka harus melakukan aktifitas lain untuk memenuhi kebutuhan kesehariannya.

Dinding batako dan kayu seadanya membuat sekolah ini sangat tidak aman untuk anak-anak dan guru. Dan hampir setiap musim hujan, anak-anak harus belajar dalam kondisi basah dan becek karena air hujan yang masuk melalui sela-sela kayu dan juga membasahi lantai sekolah yang memang pasir.

Fasilitas belajar di MIS Sabilillah Podang masih jauh dari memadai. Papan tulis yang sudah rusak, meja dan kursi yang juga mulai rusak merupakan fasilitas pembelajaran yang ada di MI ini.

Buruknya sarana dan prasarana sekolah di Nusa Tenggara Timur mempengaruhi kualitas pendidikan di Tepian Negeri.

Tentu ini harus jadi perhatian kita bersama. Bayangkan, mereka adalah generasi penerus kita, merekalah calon pemimpin-pemimpin Bangsa. Akankah kita biarkan mereka tertinggal pendidikannya?

InsyaAllah pada 26 Desember 2021. Pukul 19.30 WIB. ACT bersama Izzatul Islam dan standup Abdur Arsyad (Putra NTT) akan melaksanakan Konser Sekolah Tepian Negeri. Ditutup oleh muhasabah Oleh Ustadz H. Dedy Martoni, S.Pd, M.Si. Hasil penggalangan dana ini akan sepenuhnya kami donasikan untuk proses pembangunan Sekolah di tepian Negeri.

Mari dukung dan sukseskan program Pembangunan Sekolah di Tepian Negeri, agar anak-anak dan adik-adik kita tidak lagi tertinggal dalam pendidikan dan masa depannya.

Salurkan sedekah terbaikmu dengan cara:

1. Klik Sedekah Sekarang
2. Masukkan nominal sedekah
3. Masukkan informasi pelengkap dan pilih metode transfer seperti BSI/Mandiri/BCA/BNI/BRI, Gopay atau OVO
4. Selesaikan dengan klik Sedekah
5. Dapatkan laporan sedekah dari email dan atau whatsapp yang kamu cantumkan

Jangan lupa share program sedekah ini agar semakin banyak yang ikut membantu.
Salam hangat!

*dengan bersedekah melalui laman ini, kamu telah menyetujui syarat dan ketentuan yang berlaku 

Tidak ada hasil ditemukan
Tidak ada hasil ditemukan
Ayo ikut berkontribusi dengan menjadi fundraiser pada campaign ini.
Sedekah Sekarang