Hidup Sendiri di Kamar Sempit, Bantu Penuhi Kebutuhan Mbah Djaminten

Mbah Djaminten (96) tinggal sendiri di kamar sempit ukuran 2x1m dengan kondisi habis jatuh terpeleset di kamar mandi umum. Harapan beliau ingin miliki kipas angin, kasur, makan yang cukup. Sahabat, bantu wujudkan impiannya yuk!

Simpan

Hidup Sendiri di Kamar Sempit, Bantu Penuhi Kebutuhan Mbah Djaminten

Target

0 0

0%
0 83 hari tersisa

Hidup Sendiri di Kamar Sempit, Bantu Penuhi Kebutuhan Mbah Djaminten

Update : 23 Nov, 2021


“Saya habis jatuh, tangan saya masih sakit, sering batuk, nak.. sesek saya. Saya tinggal sendiri disini, kamarnya ukuran 2x1 meteran di samping balai RW. Dulu bocor disini, tapi sudah dibetulkan, disini sangat panas tapi gapapa," kata Mbah Djaminten, seorang janda lansia yang hidup sebatang kara di sebuah kamar berukuran 2x1 meter saja.

Kamar ini bukan rumahnya, ini adalah ruang kecil milik balai RW 1, Jl. Sulung I, Kelurahan Alun-alun Contong, Kecamatan Bubutan, Surabaya. Beliau sudah puluhan tahun tinggal disini. Anaknya masih ada, bekerja sebagai tukang parkir di gang sebelah. Tapi beliau tak tinggal bersama, upah parkir tak cukup menghidupi keluarganya, alih-alih untuk memberikan tempat yang nyaman bagi bundanya.



Mbah Djaminten sudah berusia 96 tahun, tak lagi sanggup bekerja seperti dulu sebagai asisten rumah tangga ketika masih muda. Sehari-hari beliau mengandalkan kiriman makanan dari tetangga atau kerabatnya. Hampir tak pernah melakukan pemeriksaan kesehatan, padahal beliau barusan jatuh terpeleset di kamar mandi. Kamar mandi ini pun kamar mandi umum warga Jl. Sulung.

Lantainya yang licin, badannya yang rapuh, langkah kakinya yang tertatih-tatih membuatnya tak mampu berjalan dengan kokoh. Tangannya sempat linu dan sakit pasca jatuh, belum lagi beliau sering batuk-batuk dan sesak nafas.



Sehari-hari beliau duduk di kursi plastik depan pintu rumahnya, menyaksikan dunia berjalan di depan matanya. Mandi sendiri, makan sendiri, tidur sendiri di kamar yang kecil dan pengap itu. Kadang ada makanan yang bisa dimakan, kadang tak ada sehingga tidur dalam perut lapar. Harapan kecil beliau adalah punya kipas angin di kamarnya yang kecil, betapa sederhana.



Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda, “sedekah dapat menghapus dosa sebagaimana air memadamkan api.” (HR Tirmidzi)

InshaAllah tim ACT-MRI Surabaya berikhtiar mendampingi Mbah Djaminten baik dalam hal pangan maupun medis. Pemeriksaan kesehatan, kebersihan dan gizinya akan dipantau langsung oleh tim Humanity Medical Services Surabaya. Kami juga berharap bisa membelikan Mbah Djaminten peralatan ibadah beserta pendampingan, semoga beliau makin baik kondisinya baik fisik maupun spiritualnya.

Sahabat, bantu Mbah Djaminten yuk penuhi kebutuhan hidupnya.

Salurkan sedekah terbaikmu dengan cara:

1. Klik Sedekah Sekarang
2. Masukkan nominal sedekah
3. Masukkan informasi pelengkap dan pilih metode transfer seperti BSI/Mandiri/BCA/BNI/BRI, Gopay atau OVO
4. Selesaikan dengan klik Sedekah
5. Dapatkan laporan sedekah dari email dan atau whatsapp yang kamu cantumkan

Jangan lupa share program sedekah ini agar semakin banyak yang ikut membantu.
Salam hangat!

*dengan bersedekah melalui laman ini, kamu telah menyetujui syarat dan ketentuan yang berlaku 

Tidak ada hasil ditemukan
Sedekah Sekarang