Bahagiakan Lansia Dhuafa Dengan Zakat Penghasilan Mu

2.5% yang mensucikan harta sekaligus bantu -+1000 lansia dhuafa Ciamis-Banjar-Pangandaran. Zakat penghasilanmu amat mereka tunggu, yuk tunaikan melalui Global Zakat dari Aksi Cepat Tanggap!

Simpan

Bahagiakan Lansia Dhuafa Dengan Zakat Penghasilan Mu

Target

0 0

0%
0 38 hari tersisa

Bahagiakan Lansia Dhuafa Dengan Zakat Penghasilan Mu

Update : 24 Dec, 2021


Merasakan hidup layak dan bahagia di masa senja, duduk manis sambil menikmati hari tua bersama anak dan cucu adalah impian bagi semua orang. Akan tetapi kondisi tersebut tidak bisa dirasakan oleh semua orang, di beberapa wilayah pelosok kabupaten Ciamis, Banjar dan Pangandaran masih banyak lansia yang hidup menyedihkan tanpa perhatian dari siapapun.

Salah satu contohnya adalah Abah Raspan. kakek yang berumur 70 tahun ini hidup sebatangkara di sebuah gubuk kecil berukuran 2.5x2.5m hasil swadaya masyarakat yang dibangun di atas tanah milik desa.



Sebelumnya ia adalah seorang marbot masjid, namun semenjak kakinya cacat karena kecelakaan, saat itu ia tidak lagi mampu pergi ke masjid dan beraktivitas seperti biasanya. Sudah hampir 30 tahun ia berpisah dengan istrinya dan tidak dikaruniai anak.

Walau saat ini kakinya sudah berangsur membaik, tapi tidak banyak yang ia bisa perbuat karena usianya yang sudah lanjut dan kesehatannya menurun.



Karena kecilnya gubuk yang ia tempati, Abah Raspan tidak memiliki dapur dan MCK yang memadai. Bahkan untuk tidurpun hanya beralaskan papan triplek.



Selama ini untuk mandi dan buang hajat Abah Raspan lebih sering pergi ke sungai Cileueur yang jaraknya mencapai 300m. Sedangkan untuk makan sehari-harinya lebih banyak mengandalkan pemberian warga sekitar.



Meski banyak keterbatasan, ia tidak berpangku tangan begitu saja. Sesekali ia menawarkan diri untuk menjadi tukang kebun di rumah orang untuk sekedar mencari sesuap nasi.



-----------------------------------

Lain lagi cerita menyedihkan dari Emak Nani, nenek berumur 79 tahun ini tinggal sebatang kara di Lingkungan Warga Mulia RT 20 RW 09, Desa Purwaharja, Kec Purwaharja, Kota Banjar.



Sebelum suaminya meninggal, beliau menjual semua harta benda termasuk rumahnya untuk keperluan pengobatan suaminya, namun qodarulloh suami yang ia cintai meninggal dunia sehingga ia lebih sering tinggal di rumah kontrakan, itupun seringkali tidak terbayar sehingga ia sering berpindah-pindah tempat karena diusir oleh pemilik kontrakan. Saat ini beliau tinggal di rumah kontrakan kecil berukuran 2x3 meter dengan harga 200 ribu perbulan.



Dulu sebenarnya emak Nani memiliki anak dari almarhum suaminya. Tapi karena ketidakmampuan beliau di sisi ekonomi, akhirnya dengan sangat terpaksa sang buah hati diasuh dan dibesarkan oleh orang lain. Namun mirisnya lagi sekarang disaat anaknya sudah besar, anaknya enggan mengakui dan mengurusi Emak Nani.



Ditengah keterbatasannya Emak Nani tidak patah semangat menjalani hidup, ia berikhtiar dengan menjual pakaian bekas menggunakan sepeda tua sepeninggalan almarhum suaminya berkeliling dari kampung ke kampung. Sehari ia bisa menempuh jarak 6 km, pergi pagi pulang malam dengan penghasilan yang tidak menentu bahkan sering tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan makan sehari-hari.

-----------------------------------

Profil lainnya yaitu Aki Engkos, saat ini usianya menginjak 91 tahun, tinggal di Dusun Sukamulya RT 01 RW 01, Desa Sukamukti, Kec Pataruman Kota Banjar. Beliau hidup sendiri dengan kondisi rumah yang sangat memprihatinkan, ia tinggal di gubuk kecil di tengah kebun milik warga yang jauh dari pemukiman dan seatap menyatu dengan ayam peliharaanya.



Meski banyak keterbatasan, tetapi ia tidak banyak mengeluh, ia menjalani hidupnya dengan penuh rasa syukur dan menjalankan sunatulloh dengan terus berikhtiar mencari rezeki dengan cara menjadi buruh tani dan menggembala kambing milik orang lain.

Gubuk yang ia tempati saat ini dibangun di atas tanah milik orang lain yang jauh dari kata layak, atap yang sudah hampir roboh, lantai yang beralaskan tanah, tidak ada penerangan listrik, tidak ada dapur dan fasilitas mck, bahkan kalau ia mau buang hajat dan bersuci ia harus pergi ke sungai Citanduy dengan jarak yang cukup jauh.



Untuk keperluan makan sehari-hari ia biasa memakan singkong dan lalab hasil ia bercocok tanam namun sesekali ada warga masyarakat yang peduli dan memberikan makanan kepadanya.

Sahabat dermawan, dengan adanya campaign “BAHAGIAKAN LANSIA DHUAFA DENGAN ZAKAT PENGHASILANMU” ini bertujuan untuk membantu para lansia dhuafa agar lebih meringankan beban yang mereka pikul saat ini.

Semoga zakat yang sahabat berikan bisa membahagiakan mereka sekaligus mensucikan harta yang dimiliki sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur'an Surah At-Taubah (9) ayat 103:

خُذْ مِنْ اَمْوَالِهِمْ صَدَقَةً تُطَهِّرُهُمْ وَتُزَكِّيْهِمْ بِهَا وَصَلِّ عَلَيْهِمْۗ اِنَّ صَلٰوتَكَ سَكَنٌ لَّهُمْۗ وَاللّٰهُ سَمِيْعٌ عَلِيْمٌ - ١٠٣

Ambillah zakat dari harta mereka, guna membersihkan dan menyucikan mereka, dan berdoalah untuk mereka. Sesungguhnya doamu itu (menumbuhkan) ketenteraman jiwa bagi mereka. Allah Maha Mendengar, Maha Mengetahui.

Program penyaluran zakat akan dilakukan oleh Aksi Cepat Tanggap, ACT memberikan bantuan langsung kepada penerima berupa:

• Bantuan pangan / biaya makan sehari-hari

• Bantuan biaya berobat

• Bantuan perbaikan tempat tinggal

Aksi Cepat Tangga akan menyantuni 1000 lansia dhuafa di wilayah Ciamis, Banjar, hingga Pangandaran.

Mari salurkan zakat Anda untuk memenuhi kebutuhan makanan pokok sehari-hari para dhuafa dan lansia yang kesusahan.

Salurkan sedekah terbaikmu dengan cara:

1. Klik Zakat Sekarang
2. Masukkan nominal sedekah
3. Masukkan informasi pelengkap dan pilih metode transfer seperti BSI/Mandiri/BCA/BNI/BRI, Gopay atau OVO
4. Selesaikan dengan klik Zakat
5. Dapatkan laporan sedekah dari email dan atau whatsapp yang kamu cantumkan

Jangan lupa share program sedekah ini agar semakin banyak yang ikut membantu.
Salam hangat!

*dengan bersedekah melalui laman ini, kamu telah menyetujui syarat dan ketentuan yang berlaku 

Tidak ada hasil ditemukan
Zakat Sekarang