Sedekah Jariyah, Bangun Pesantren Tahfidz Mamba’ul Qur’an  di Pelosok Jombang

Bapak Mulyono memiliki cita-cita untuk membangun pesantren agar melahirkan generasi pecinta Al-Qur'an. Ponpes Mamba'ul Ulum pun terbangun namun sampai sekarang pembangunannya tidak berlanjut karena terkendala biaya. Mari bantu rampungkan!

Simpan

Sedekah Jariyah, Bangun Pesantren Tahfidz Mamba’ul Qur’an di Pelosok Jombang

Target

0 0

0%
0 38 hari tersisa

Sedekah Jariyah, Bangun Pesantren Tahfidz Mamba’ul Qur’an di Pelosok Jombang

Update : 10 Dec, 2021


“Awal pendirian pesantren, saya dan istri bertekad membebaskan biaya pesantren termasuk makan sehari-hari khusunya untuk satu sampai sepulu santri,” ujar Pak Mulyono.

Sahabat, Pesantren Tahfidz Mamba’ul Qur’an dirintis mulai dari TPQ pada tahun 1998 ini berkembang menjadi pesantren hafidz Al-Qur’an di Dusun Sumoyono, Desa Cukir, Kecamatan Diwek Kabupaten Jombang.

Bapak Mulyono, seorang guru honorer pada salah satu sekolah di Kabupaten Jombang. Kondisi ekonominya sederhana, tetapi tekatnya membangun pesantren begitu besar, mencetak hafidz dan generasi Al-Qur’an. Bahkan beliau nekat menjual rumahnya untuk membangun pesantren.



Pembelajaran di Pesatren Mamba’ul Qur’an ini berbeda dengan pondok lainnya, mengutamakan pada hafalan Al-Qur'an tetapi tidak mengesampingkan kemandirian santri. Santripreneur merupakan langkah yang diambil dalam mendidik para santri di pesantren ini.

Pesantren yang tampak sederhana ini berlokasi di rumah salah satu sehingga tidak mengenakan biaya gedung kepada santrinya. Pembangunan pondok pesantren sebenarnya tengah berlangsung, namun apalah daya, saat ini mangkrak karena keterbatasan dana. Sedangkan semakin hari jumlah santriwati bertambah.



Kamar berukuran 3 x 2,5 dihuni 8 santirwati, digunakan untuk tempat belajar mengaji, berkativitas, dan beristirahat. Sehingga membuat santriwati merasa kurang nyaman. Selain kamar ruangan lain yang tersedia juga terbatas sehingga, ruangan tersebut harus digunakan untuk berbagai macam kegiatan mulai dari sholat berjamaah, tilawah, kajian, setorah hafalan, makan bersama, dan lainnya.



Pak Mulyono dan para pembina lain ingin melanjutkan pembangunan pesantren ini agar para santri merasa nyaman sehingga dapat menunjang pembelajaran Al-Qur’an. Pendiri pesantren ingin meningkatkan pembelajaran Al-Qur’an juga membangun infrastruktur bangunan pondok pesantren, meski di atas tanah kecil pribadi.



“Jika sesorang meninggal dunia, maka terputuslah amalnya kecuali tiga perkara, (yaitu): sedekah jariah, ilmu yang bermanfaat, dan doa anak yang sholeh. (HR. Muslim)

Melihat kondisi itu, tim ACT- MRI Jombang, berikhtiar untuk melanjutkan pembangunan infrastruktur Pondok Pesantren Mambaul Qur’an. Semoga dengan pembangunan ini dapat memberikan kenyamanan dan mendukung lahirnya hafidz Al-Qur’an.

Sahabat, mari bersama dukung lahirnya generasi qur’ani dan hafidz Al-Qur’an dengan sedekah jariyah.

Salurkan sedekah terbaikmu dengan cara:

1. Klik Wakaf Sekarang
2. Masukkan nominal sedekah
3. Masukkan informasi pelengkap dan pilih metode transfer seperti BSI/Mandiri/BCA/BNI/BRI, Gopay atau OVO
4. Selesaikan dengan klik Wakaf
5. Dapatkan laporan sedekah dari email dan atau whatsapp yang kamu cantumkan

Jangan lupa share program sedekah ini agar semakin banyak yang ikut membantu.
Salam hangat!

*dengan bersedekah melalui laman ini, kamu telah menyetujui syarat dan ketentuan yang berlaku 

Tidak ada hasil ditemukan
Wakaf Sekarang