Bangunan Tak Layak Huni Mari Bangun Pesantren Al-Anshar Untuk Santri Pra Sejahtera

Dinding Asrama Berlapis Triplek Menganga, Ruang Belajar Atapnya Bocor, Mari bangun Pesantren Al-Anshar Untuk Pesantren Al-Anshar

Simpan

Bangunan Tak Layak Huni Mari Bangun Pesantren Al-Anshar Untuk Santri Pra Sejahtera

Target

0 0

0%
0 69 hari tersisa

Bangunan Tak Layak Huni Mari Bangun Pesantren Al-Anshar Untuk Santri Pra Sejahtera

Update : 10 Jan, 2022


Jauh dari pusat Kota Banda Aceh, tersimpan satu tempat Pendidikan yang jauh dari kata layak dimana khusus menampung ratusan santri pra sejahtera. Pesantren ini bernama Al-Anshar terletak di di Desa Lhokgeulumpang, Kecamatan Banda Sakti, Kabupaten Aceh Jaya, Provinsi Aceh.

Sebelum diubah menjadi pesantren, dulunya bangunan tersebut merupakan bekas NGO asal Korea yang datang untuk membantu korban tsunami Aceh pada 2005 silam. Dengan corak kontruksi sederhana, sebagian dibangun permanent dan sebagian lagi semi permanent menggunakan papan dan triplek

Saat itu Almarhum (Bapak Mustafa) mendapat izin lalu mengubahnya menjadi pesantren khusus untuk santri pra sejahtera. Karena Ia melihat begitu banyaknya anak-anak yang sulit mendapat akses pendidikan di seputaran Kabupaten Aceh Jaya.

Disini setiap santri akan mendapatkan Pendidikan agama layaknya yang dipelajari di pensatren tradisional, mempelajari Bahasa arab, membedah kitab kuning dan cara komunikasi dengan masyarakat dalam rangka menyebar nilai-nilai islam. Selain itu santri juga belajar ilmu pengetahuan layaknya sekolah pada umumnya, sehingga dengan demikian, setiap santri diharapkan mampu memiliki pengetahuan yang luas dan kebijaksanaan dalam mengambul keputusna dan bertindak.

Dinding Triplek Asrama Menganga dan Derita Santri di Musim Hujan

Hujan tak selalu berarti suka cita, dingin yang menusuk ke tulang, terkadang terasa begitu menyakitkan bagi Heri. Ia merupakan salah satu santri yang merasakan begitu susahnya ketika musim hujan tiba.



“Kami selalu menantikan hujan, dengannya akan ada banyak pohon yang tersirami, banyak binatang yang dapat memulihkan dahaganya, tetapi terkadang selimut yang biasa kami pakai tidak bisa mebendung dinginnya malam hari, apalagi beberapa jam menjelang waktu solat malam, seakan-akan dinginnya menusuk sampai ke tulang”, ujar Heri.



Menurutnya, dinding asrama yang banyak bolongnya itu, menjadi penyebab masuknya udara dingin di malam hari, belum lagi letak asrama yang dikelilingi oleh bukit dan juga dekat dengan pesisir pantai.

Tapi apa yang bisa ia lakukan, ia tidak memiliki kemampuan untuk menghangatkan bandannya ketika musim hujan, palingan ia bersiasat dengan tidur berdeskan agar bisa berbagi kehangatan.

“Ya paling kalau lagi musim hujan, selain harus pakai selimut, kami tidur berdesakan, bukan karena apa yaa, ini kami lakukan supaya tidak terlalu kedinginan saja, kadang satu kasur kami pakai berdua”, tambahnya lagi.

Genteng Bocor, Santri Terpaksa Tidak Belajar Saat Hujan Turun

“Kalau musim hujan, kami terpaksa berhenti mengajar, karena atap sekolah bocor”, ujar Bu Hasnawati, Salah satu guru di Pesantren Al-Anshar.

Hasnawati menceritakan bagaimana perjuangnnya untuk mengajar setiap harinya di musim hujan. Setiap hari ia bangun satu jam sebelum subuh. Selain untuk solat sunnah fajar, Bu Hasnawati harus mempersipkan makanan untuk suami dan bayinya yang masih kecil. Karena jaraknya agak lumayan jauh, ia harus berangkat pagi-pagi sekali. Tetapi kalau musim hujan, jangan banyak berharap bisa mengajar, karena kemungkinan hujan lebih tinggi jadi harus bersabar untuk tidak mengajar pada hari itu,

“Harus banyak bersabar, karen yang berjuang untuk dapat belajar dan mengajar bukan hanya saya saja , tetapi saya yakin santri juga sudah bersiap-siap dengan semangatnya untuk belajar, tetapi apa boleh buat, ruang kita atapnya bocor, jadi belajarnya kita tunda sampai hujannya reda, dan lantainya kering sedikit” tambah bu Hasnawati.



Ia juga mengatakan kalua hujan, banyak meja dan kursi menjadi basah.

“Bapak bisa melihat, di ruang belajar ini tidak ada lemari kan? Iya karena tidak memungkinkan ada lemari untuk pajangan kreasi siswa, begitu hujan turun, semua properti didalam ruang akan basah kuyup”. Tutup Bu Husna.



Penunjang IT Belum Tersedia

Bayangkan di dunia yang serba digital ini, mereka belum terlalu akrab dengan komputer. Padahal kita tahu hampir segala hal, selalu bersentuhan dengan perngkat computer. Mulai desain gambar, video bahakan menulis. Tapi ini tidak dirasakan oleh santri Al-Anshar.

Bu Nur Aisah Nasution, S.Pd, sebagai Kepala Sekolah mengatakan beratnya tantangan untuk mendorong para santri agar melek digital salah satunya karena tidak tersedianya perangkat computer. Bahkan untuk UN (Ujian Nasional) harus menumpang disekolajh lain.

Saya agak sedih melihat para siswa harus diantar pakai becak menuju sekolah tetangga, jaraknya juga lumayan jauh”, Ujar Bu Nur Aisah Nasution

Sahabat, bisa bayangkan jika anak atau saudara kita yang sedang belajar agama harus berjuang begitu dashsyatnya hanya untuk mengetahui satu atau dua petikan ilmu. Mereka adalah harapan agama dan bangsa. Tak seharusnya mereka berjuang sendirian, karena kekokohan generasi masa depan ada di tangan mereka. Mari sahabat, kita membersamai perjuangan santri untuk belajar dengan kondisi bangunan dan penunjang IT yang lebih baik. Kepedulianmu adalah bagian dari perbaikan peradaban umat.

Insya Allah, ACT Aceh akan membangun asrama, ruang belajar lengkap dengan alat penunjang alat belajar seperti computer. Dengan harapan para santri bisa belajar dengan nyaman dan menjadi generasi yang bernamfaat bagi umat.

Salurkan sedekah terbaikmu dengan cara:

1. Klik Wakaf Sekarang
2. Masukkan nominal sedekah
3. Masukkan informasi pelengkap dan pilih metode transfer seperti BSI/Mandiri/BCA/BNI/BRI, Gopay atau OVO
4. Selesaikan dengan klik Wakaf
5. Dapatkan laporan sedekah dari email dan atau whatsapp yang kamu cantumkan

Jangan lupa share program sedekah ini agar semakin banyak yang ikut membantu.
Salam hangat!

*dengan bersedekah melalui laman ini, kamu telah menyetujui syarat dan ketentuan yang berlaku 

Tidak ada hasil ditemukan
Tidak ada hasil ditemukan
Ayo ikut berkontribusi dengan menjadi fundraiser pada campaign ini.
Wakaf Sekarang