Bantu Renovasi Rumah Ustadz Ujang, Guru Ngaji dan Tukang Odong-Odong

Ustadz Ujang, guru ngaji sekaligus berprofesi sebagai tukang odong-odong bermimpi agar rumahnya yang sering dipakai untuk mengaji kelak segera direnovasi. Mari wujudkan impian Ustadz Ujang dengan sedekah terbaikmu!

Simpan

Bantu Renovasi Rumah Ustadz Ujang, Guru Ngaji dan Tukang Odong-Odong

Target

0 0

0%
0 66 hari tersisa

Bantu Renovasi Rumah Ustadz Ujang, Guru Ngaji dan Tukang Odong-Odong

Update : 10 Jan, 2022


Hidup di rumah yang layak tentu menjadi keinginan setiap insan. Selain bisa tidur dengan nyaman, hal-hal yang membahayakan pun minim terjadi. Sayangnya, salah seorang dai dari Garut ini harus hidup di bawah atap yang bocor. Ustadz Ujang Mahmudin, namanya. Seorang dai yang sudah mengabdi selama 26 tahun untuk mengajar ngaji di Kampung Cikalemeneng RT 001 RW 004 Desa Karangmulya, Kecamatan Karang Pawitan, Kabupaten Garut.

Kondisi Rumah Ustadz Ujang sangat memperihatinkan. Bangunannya sudah rusak, atapnya sudah hancur sehingga apabila turun hujan menyebabkan bocor. Sehingga anak-anak yang mengaji pun harus bergeser ke ruangan yg lebih aman, sehingga menambah sempit area. Saat ini santri yg mengaji berjumlah 50 orang, mulai dari tingkat SD sampai SMP. Dengan jumlah santri yang banyak ini membuat Ustadz Ujang kewalahan, akhirnya dibagi dua dengan istrinya. Usia dewasa atau anak-anak kelas 5-SMP dibimbing oleh Ustadz Ujang, sedangkan sisanya oleh istrinya.



Bukan tanpa sebab, Ustadz Ujang mengajar di rumahnya karena para santri lebih nyaman belajar ngaji di sana walau dengan bangunan yang sempit. Mereka mengeluh malu kalau belajar di masjid karena kemampuan anak-anak mengaji berbeda-beda.

Penghasilan sehari-hari bukan dari mengajar namun Ustadz Ujang menjadi tukang odong-odong yang ia sewa dari orang lain. Sehari ia mampu mengumpulkan 50 ribu, itu juga jika tidak hujan. Dari pekerjaan inilah Ustadz Ujang bertahan menghidupi istri dan ketiga anaknya yang masih kecil.



Ustadz Ujang tetap semangat dan tidak pernah merasa malu dengan profesinya seperti sekarang. Ia lebih bangga dengan profesinya yang sekarang menjadi ustadz dan tukang odong-odong, daripada dahulu yang menjadi supir truk. Ia mempunyai kesan yang buruk selama menjadi Sopir truk seperti tabrakan hingga menabrak orang. Dari kejadian tersebut ia tersadar karena ia sering lalay dengan sholat lima waktu.

Kondisi Ustadz Ujang yang sudah tua, ia harus bekerja sebagai tukang odong-odong berkeliling puluhan meter dan mengayuh mesin odong-odong setiap harinya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.



“Bukan termasuk golongan kami, orang yang tidak menyayangi orang yang lebih muda, dan tidak mengetahui hak-haknya para ulama.” (HR Al-Hakim)

Insya Allah Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) Garut akan membantu mengikhtiarkan biaya renovasi Rumah ustadz Ujang yang sudah lapuk & juga akan memberikan modal usaha agar istrinya bisa bekerja dirumah membantu Ustadz Ujang.

Yuk sahabat, muliakan para ulama dengan bantu renovasi rumah Ustadz Ujang dengan sedekah terbaikmu!

Salurkan sedekah terbaikmu dengan cara:

1. Klik Sedekah Sekarang
2. Masukkan nominal sedekah
3. Masukkan informasi pelengkap dan pilih metode transfer seperti BSI/Mandiri/BCA/BNI/BRI, Gopay atau OVO
4. Selesaikan dengan klik Sedekah
5. Dapatkan laporan sedekah dari email dan atau whatsapp yang kamu cantumkan

Jangan lupa share program sedekah ini agar semakin banyak yang ikut membantu.
Salam hangat!

*dengan bersedekah melalui laman ini, kamu telah menyetujui syarat dan ketentuan yang berlaku 

Tidak ada hasil ditemukan
Sedekah Sekarang