Inilah sosok Kakek Sutrisno, yang dengan segala keterbatasannya tetap tak absen bersedekah untuk musala-musala kecil dekat rumahnya. Saatnya kita bantu kesulitannya!

Kerap Kelaparan di Gubuknya, Temani Hari Tua Kakek Sutrisno dengan Sedekah Kita

Sahabat, percayakah kamu bahwa masih ada rumah tanpa listrik di ibukota negeri ini, Jakarta?

Bukan fiksi, inilah yang sungguh terjadi pada Kakek Sutrisno (78). Lelaki paruh baya ini tinggal seorang diri di rumah gubuk di kawasan Kalideres. Jakarta Barat, sejak sang istri meninggal dunia puluhan tahun yang lalu. Gubuk kayu beratapkan asbes ini didirikan di atas tanah orang lain, yang dipinjamkan kepadanya. Gelap tanpa listrik, sesak dengan barang-barang miliknya –yang lagi-lagi, adalah pemberian dari orang lain.

54d912fe1e9249711e1f6f44e8b70b72.jpg

Sehari-hari, Kakek Sutrisno bekerja serabutan. Beragam profesi pernah dilakoninya, mulai dari berjualan gorengan, menjadi tukang kebun, penggali tanah lepas, hingga berjualan buku. Buku-buku tersebut kini sesak menumpuk di gubuknya. Tak bisa ia baca di rumah, karena tak ada penerangan.

c1c1c2b129bc042339cd81243280f405.jpg

Kakek Sutrisno juga pernah berjualan gorengan dan buah-buahan belum lama ini. Usaha itu berhenti semenjak pembatasan sosial berskala besar. “Enggak laku (gorengannya) non. Enggak ada yang beli. Pernah bawa pisang, nangka, enggak ada yang beli. Sudah keliling seharian,” ceritanya pada tim Aksi Cepat Tanggap.

2eb997b400362efca60f7446ecacab98.jpg

Kini, untuk bertahan hidup, Kakek Sutrisno mengayuh sepedanya hingga ratusan kilometer, berbekal cangkul dan sekop berharap ada yang membutuhkan jasanya. Pekerjaan apapun sangat ia nantikan, demi bisa mengganjal perutnya. Tak jarang, ia harus kembali lagi ke rumah tanpa hasil dan menahan lapar. Ketika tim Aksi Cepat Tanggap menyambangi rumahnya untuk menyampaikan bantuan beras, nampak hanya tersisa semangkuk beras dan beberapa kaleng biskuit di sana.

502c20e56d659cb45137673f13639725.jpg

Walaupun hidup dalam kesederhanaan, Kakek Sutrisno tidak pernah meminta. Justru, ia selalu berusaha untuk berderma ke musala-musala di kampung. “Saya sudah tua, usia saya paling tidak lama lagi. Kalau saya tidak beramal lalu mau apa?” katanya. Ah, sungguh mengiris hati.

Kakek Sutrisno bersyukur bisa hidup di rumah yang meskipun tak layak huni, setidaknya ia tak khawatir akan diusir. Namun, tegakah kita biarkan ia sebatang kara dalam keterbatasan yang sungguh menyesakkan?

97de2d2c15ca7e1cab5788a9ae651490.jpg

Sahabat, insya Allah Aksi Cepat Tanggap akan melanjutkan ikhtiar terbaik dalam membantu Kakek Sutrisno, lewat bantuan bahan pangan, maupun modal usaha. Mau kan, ikut serta bantu Pak Sutrisno agar hidup layak di hari tua?

Yuk, bantu bahagiakan Kakek Sutrisno di masa senja dengan sedekah kita di laman aksi ini!

Salurkan Sedekah terbaik Sahabat Dermawan dengan cara:

1. Klik 'Sedekah Sekarang'
2. Masukan nominal Sedekah
3. Pilih Bank Transfer BNI Syariah/Mandiri/BCA/BNI/BRI, Gopay, OVO atau Kartu Kredit
4. Klik 'Sedekah'
5. Dapatkan laporan via email

Silahkan untuk share juga halaman ini agar lebih banyak doa dan sedekah yang terkumpul.

Tidak ada Sedekah
Tidak ada hasil ditemukan

ACT Jakarta Barat

Created 27 Nov, 2020 Jakarta Barat Pemberdayaan Ekonomi

Target

Rp 0 Dari Rp 30,000,000

0% Terkumpul by 0 Sedekah 64 hari tersisa