Setahun Menahan Sakit Mielitis Transversa Tak Menghalangi Dharma untuk Bangkit

Sudah satu tahun Dharma hanya terbaring lemas di tempat tidur, merasakan sakit yang kini diderita. Radang sumsum tulang belakang membuat Dharma harus berhenti sekolah. Ayo bantu adik Dharma sembuh agar bisa menggapai cita-citanya.

Simpan

Setahun Menahan Sakit Mielitis Transversa Tak Menghalangi Dharma untuk Bangkit

Target

Rp 6,785,831 Dari Rp 30,000,000

23%
85 Dermawan 51 hari tersisa
Jadi Duta Kemanusiaan

Setahun Menahan Sakit Mielitis Transversa Tak Menghalangi Dharma untuk Bangkit

Update : 02 Mar, 2021


“Iya kak, Dharma sudah kangen buat ikut belajar bersama teman-teman walaupun sekarang proses belajarnya harus online tapi aku jenuh hanya berbaring saja gak bisa bergerak seperti biasanya” ucap Dharma dengan terbata-bata saat ditemui oleh Tim Aksi Cepat Tanggap.

Satu tahun sudah Dharma harus menjalani hari dengan berbaring di kasur karena terkena penyakit Mielitis Transversa. Mielitis Transversa merupakan salah satu penyakit yang menyerang bagian sumsung tulang belakang. Peradangan pada sumsung tulang belakang ini dapat mengganggu komunikasi antar sel saraf pada sumsung tulang belakang dan tubuh lainnya.

a018d164b186fdc0f362639f2199a7dd.jpg

Hal ini menjadi salah satu penyebab yang membuat Dharma kesulitan untuk berkomunikasi seperti biasa dan mengganggu aktivitas kehidupannya sehari-hari. Tidak hanya itu, Dharma tidak bisa menggerakan kaki secara normal karena sakit yang luar biasa bahkan untuk pergi ke kamar kecil Dharma butuh bantuan orang lain bahkan tak jarang ia harus menyeret tubuh dan kakinya sebab jika diangkat tubuhnya ia akan berteriak kesakitan.

“kalau sebelum corona, anaknya gak bisa ikut sekolah kayak biasa soalnya gak ada yang ngawasin. Takut anaknya kenapa-kenapa juga tapi Alhamdulillah sekarang bisa ikut belajar lagi semenjak sekolah online” cerita sang ibu sambil mengusap-usap anaknya.

7201a3950a62dd67ef2c22f915820e9d.jpg

Walaupun sedang terbaring menahan kesakitan yang sesekali datang, tidak membuat Dharma patah semangat untuk terus belajar meskipun beberapa kali ia harus izin untuk tidak mengikuti pelajaran karena tidak kuat menahan sakit yang dirasakan.

Dengan adanya sekolah online membuat kedua orang tua Dharma bisa ekstra untuk merawat dan rutin memantau kondisi anaknya namun sayangnya kedua orang tua Dharma belum bisa untuk rutin memeriksakan kondisi anaknya ke dokter karena terhalang oleh biaya.

“Gimana mau dibawa ke dokter, BPJS saja sudah nunggak setahun dan belum bisa bayar. Total yang harus dibayar Rp 2.100.000 itu juga diluar denda. Bapaknya hanya kerja sebagai security di salah satu tempat wisata yang penghasilannya Rp 700.000 per bulan. Uangnya juga harus dibagi-bagi lagi buat kebutuhan sehari-hari sama pengobatan. Eh sekarang Bapaknya malah diberhentikan gara-gara tempat wisatanya kena dampak corona. Kalau mau ke rumah sakit juga harus menempuh jarak 15 km” ibu Dharma pun menjelaskan kondisi yang sedang dialami oleh keluarganya

6bb5f82672c733b69ba2f4a0bc73a001.jpg

Selama ini agar pengobatan tetap berjalan hanya mampu dilakukan secara herbal dan terapi saja sedangkan pengobatan ke rumah sakit sudah tidak dilakukan lagi. Padahal menurut dokter yang merawat Dharma mengungkapkan bahwa penyakit Dharma dapat sembuh apabila menjalani terapi pemulihan dengan cara terapi okupasi untuk mengajarkan kemampuan dasar agar pasien bisa menjalani aktivitas seperti biasa. Psikoterapi ini berguna untuk mengatasi gangguan psikologis seperti kecemasan dan depresi selain itu Fisioterapi untuk membantu memperbaiki kekuatan dan fungsi otot serta memperbaiki gerakan tubuh.

Sahabat Dermawan, maukah kamu membantu kesembuhan adik Dharma, agar bisa beraktifitas seperti sediakala dan bisa menggapai cita-cita. Untuk itu, inilah saatnya kita menebar kebaikan agar pengobatan tetap berjalan dan Adik Dharma bisa kembali semangat belajar untuk mencapai impian.

Salurkan Sedekah terbaik Sahabat Dermawan dengan cara:

1. Klik 'Sedekah Sekarang'
2. Masukan nominal Sedekah
3. Pilih Bank Transfer BNI Syariah/Mandiri/BCA/BNI/BRI, Gopay, OVO atau Kartu Kredit
4. Klik 'Sedekah'
5. Dapatkan laporan via email

Silahkan untuk share juga halaman ini agar lebih banyak doa dan sedekah yang terkumpul.

#Perbaharui 02 Mar, 2021

Sahabat Dermawan, bagaimana kabar Dharma hari ini? Sudah satu tahun berlalu Dharma berkawan dengan penyakit yang dideritanya, Mielitis Transversa. Pada pertengahan 2020 lalu, tim ACT-MRI Bandung mendapatkan sebuah pesan bahagia dari kedua orang tua Dharma, Aep dan Retno, bahwa Dharma dalam perkembangannya mulai menunjukan tanda-tanda pergerakan pada tubuhnya. Kedua kakinya yang lemah mulai bisa bergerak. Kabar tersebut nampaknya dinantikan semua orang hingga salah satu tetangga Dharma dengan senang hati meminjamkan kursi rodanya kepada Dharma. Namun, dengan berat hati Retno terpaksa harus mengembalikan kursi roda tersebut untuk kembali kepada pemiliknya. Mendengar berita tersebut, tim ACT-MRI Bandung dengan sigap mengambil langkah ikhtiarnya untuk menghadirkan kursi roda serta paket pangan sebagai hadiah terbaik untuk keseharian Dharma dan keluarga.

Kini, Alhamdulillah.  Terimakasih ya, Sahabat Dermawan . Pada Kamis, 11 Februari 2021 lalu, amanah yang kamu titipkan untuk Dharma,  sudah sampai dalam sambut penuh haru keluarga Dharma terutama sang Ibunda, Retno. "Saya Retno ibunya Dharma mengucapkan banyak terima kasih kepada ACT yang sudah memberikan bantuan kursi roda, sembako, dan biaya berobat untuk Dharma dan kami sekeluarga, sekali lagi saya ucapkan terima kasih ". Ucapnya dengan linangan air mata. Semoga kedermawanan yang kamu haturkan untuk keluarga Dharma menjadi amalan kebaikan yang tidak lekas terputus pahalanya, Aamiin Yaa Rabbal ‘alamiin.

 

 

 
 
 
 
Sedekah Sekarang