Tak ubahnya air kopi, sehitam itulah air di Desa Segarajaya, Tarumajaya, Kab. Bekasi. Warga kerap alami gatal-gatal karena buruknya kualitas air. Perlu sumur berukuran dalam di sana, namun warga setempat tak punya biaya. Yuk, hadirkan sumur wakaf!

Puluhan Tahun Konsumsi Air Tercemar, Hadirkan Sumur Wakaf di Tarumajaya

Update : 07 Dec, 2020

“Dari lahir sudah begini, susah air bersih karena emang enggak ada, mau enggak mau beli aja, dulu bawa gerobak sekarang beli, sejam Rp5000 sama yang punya pompa,” Pak Malih Hermawan, Ketua RT 02 RW 20, Kampung Tambun Angke, Desa Segarajaya, Tarumajaya, Kabupaten Bekasi.

56de5c94ff6d647d5981c74117bd5103.jpg

Tak seberapa jauh dari ibukota negara kita, Jakarta, masih ada kampung-kampung yang sangat kesulitan memperoleh air bersih. Kampung Tambun Angke salah satunya.

Dari penuturan Pak Malih, kampung mereka bukannya kekurangan air, melainkan susahnya menyedot air yang terletak jauh di bawah tanah agar naik ke permukaan dan dikonsumsi masyarakat. Perlu sumur bor dengan kedalaman ratusan meter untuk bisa mengaliri air bersih. Hal ini cukup sulit diwujudkan secara swadaya, mengingat hampir sebagian besar warga di Kampung Tambun Angke ini berprofesi sebagai buruh tani, pedagang, dan beberapa pekerjaan di pabrik, yang penghasilannya sangat terbatas.

49fd922618f2defd34673731c9a70670.jpg

Warga pernah berupaya membuat sumur galian sederhana sedalam tiga meter untuk menampung air irigasi sawah yang bersumber dari sungai. Setelah terkumpul, warga pun memanfaatkan air tampungan atau kubangan tersebut untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari seperti mandi, mencuci, bahkan berwudhu. Kualitasnya tentulah kurang baik, tapi apa daya? Hanya itu yang mereka bisa.

c84c144999d1e097f82e6a42394dab0f.jpg

“Kita ngambil air dari resapan sawah sedikit sama air pembuangan perumahan, dan itu juga air hitam, terus dipompa buat ke rumah,” ungkap Malih yang merupakan warga asli Tarumajaya sejak lahir.

Hal senada juga dikeluhkan oleh Gofar (40), warga asli setempat. Ia mengaku kesulitan mendapat akses air bersih di tempatnya. Meskipun punya sumur bor sedalam tujuh meter, air yang didapatnya tetap saja jauh dari kata layak konsumsi. Ia bahkan pernah mengalami gatal-gatal di sekujur tubuhnya ketika menggunakan air tersebut.

8392dd2cc79e9b106ee3bcf7451fb065.jpg


“Pernah kita gatal-gatal di tangan, mohon maaf di dekat dubur karena pakai air tampungan dari resapan sawah yang sudah hitam dan pembuangan perumahan. Dua minggu itu saya gatal-gatal sampai susah buat aktivitas,” tutur pria yang mengalami PHK akibat terdampak pandemi ini.

Sahabat Dermawan, insyaallah Aksi Cepat Tanggap Bekasi berikhtiar membangun sumur wakaf untuk menyediakan akses air bersih bagi warga Desa Segarajaya, Tarumajaya, Kabupaten Bekasi. Kami mengajak kamu untuk bersama membantu ikhtiar tersebut dengan sedekah jariyah terbaik yang bisa kamu salurkan lewat laman aksi ini.

Salurkan Sedekah terbaik Sahabat Dermawan dengan cara:

1. Klik 'Sedekah Sekarang'
2. Masukan nominal Sedekah
3. Pilih Bank Transfer BNI Syariah/Mandiri/BCA/BNI/BRI, Gopay, OVO atau Kartu Kredit
4. Klik 'Sedekah'
5. Dapatkan laporan via email

Silahkan untuk share juga halaman ini agar lebih banyak doa dan sedekah yang terkumpul.

Tidak ada hasil ditemukan

ACT Bekasi

Created 04 Dec, 2020 Bekasi Sarana dan Infrastruktur

Target

Rp 14,751,548 Dari Rp 30,000,000

49% Terkumpul by 177 Sedekah 69 hari tersisa