64 Tahun Idap Hidrosefalus, Bantu Perjuangan Mbah Muyo dan Keluarganya

64 tahun Mbah Muyo melawan Hidrosefalus, mari bantu mencukupi kebutuhan harian dan juga perbaikan rumah untuk keluarga Mbah Muyo

Simpan

64 Tahun Idap Hidrosefalus, Bantu Perjuangan Mbah Muyo dan Keluarganya

Target

0 0

0%
0 45 hari tersisa
Jadi Duta Kemanusiaan

64 Tahun Idap Hidrosefalus, Bantu Perjuangan Mbah Muyo dan Keluarganya

Update : 02 Mar, 2021


Bayangkan, bagaimana derita seorang Kakek yang hidup serba kekurangan dengan mengidap penyakit selama 64 tahun. Ya, Sahabat, 64 tahun.

77523874c25d7ef50bfdd5ef60ccfd54.jpg

Mbah Muyo, panggilannya. Lelaki paruh baya ini tinggal di pelosok Kecamatan Paliyan, Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta bersama tiga keluarganya yang juga sudah lanjut usia. Sejak usia 7 bulan, ia telah divonis menderita hidrosefalus alias penumpukan cairan di rongga otak yang berakibat pada pembesaran ukuran kepala.

Ketika Mbah Muyo masih bayi, ia sempat mengalami panas tinggi. Orang tuanya membawanya ke puskesmas Paliyan, di mana pada saat itu perawatnya masih dari Belanda karena Indonesia baru saja merdeka. Tim medis di puskesmas ini bahkan sempat menyarankan agar ia dibawa berobat ke Amerika, saking masih terbatasnya fasilitas kesehatan di negeri ini. Tentu hal ini bagaikan sebuah mission impossible bagi keluarga petani miskin di zaman dulu.

8e33b51215a56c62793173d4bab5ae5a.jpg

"Namun yang namanya orang pelosok desa apalagi tahun 1956 mau jual seluruh tanah juga duitnya tidak mungkin sampai untuk perjalanan ke Amerika," kata Muryadi, adik Mbah Muyo yang jadi saksi perkembangan kakaknya.

Semakin dibiarkan dan tidak mendapat penanganan, kepala Mbah Muyo pun kian membesar. Seiring berjalannya waktu, Mbah Muyo kehilangan kemampuan kedua tangan dan kakinya. Ia lumpuh, dan hanya bisa beraktivitas di atas tempat tidur. Sungguh menyedihkan melihat kondisinya, yang puluhan tahun menahan sakit bahkan hingga kejang-kejang.

Mbah Muyo nyaris tidak pernah mendapatkan pengobatan akibat sulitnya ekonomi keluarga dan akses menuju rumah sakit yang fasilitasnya memadai. Menurut informasi dari adik iparnya (istri Muryadi), dokter pernah memvonis bahwa kecil kemungkinan Mbah Muyo untuk sembuh karena tidak melakukan proses pemulihan sejak kecil selama 64 tahun.

Sang adik, yang merawatnya hingga lanjut usia ini hanya seorang petani lahan tegalan dengan pendapatan 250 ribu per bulan. Muryadi bahkan kerap merugi ketika terjadi gagal panen di musim kekeringan, karena tanah yang biasa ditanami kacang tanah dan singkong itu hanya mengandalkan air tadah hujan.

df5bfb2ca73b737a5c6c32d9f58b29bc.jpg

Mbah Muyo kini hanya tergolek lemah di dipan yang beralaskan tikar, serta berselimut sarung. Tubuhnya semakin kurus di usia senja. Makan, tidur, buang air, semuanya dilakukan di tempat tidur, dengan memakai popok seperti bayi yang diganti setiap hari oleh adiknya. Seringkali karena tidak mampu membeli popok, selembar kain dan baju usang pun digunakan untuk menggantikan popok.

Dedikasi sang adik beserta istrinya begitu besar. Tak hanya berjibaku merawat Mbah Muyo yang tidak berdaya, keduanya juga mengurus ibunda yang sakit-sakitan karena usia tua. Sama halnya dengan Mbah Muyo, ibundanya hanya dapat beraktivitas di tempat tidur.

Tegakah kita, biarkan para lansia prasejahtera yang didera penyakit ini hidup dalam keadaan memprihatinkan di rumah anyaman bambu, tanpa adanya ikhtiar untuk membantu: baik dengan memfasilitasi pengobatan, maupun kebutuhan pokok seperti sandang-pangan-papan?

161bf7cf84f5ad72defa7147a949e86d.jpg


Sahabat, bersama ACT Yogyakarta, ayo bantu Mbah Muyo beserta keluarganya yang hidup susah di masa tua dengan sedekah kita. Insya Allah, seberapapun sedekah kita akan sangat berarti bagi mereka.

---

(Disclaimer: apabila terdapat kelebihan dana dari campaign ini, akan kami alokasikan untuk memberikan bantuan kepada lansia terlantar lainnya di wilayah Gunungkidul dan pelosok DI Yogyakarta lainnya)

Salurkan Sedekah terbaik Sahabat Dermawan dengan cara:

1. Klik 'Sedekah Sekarang'
2. Masukan nominal Sedekah
3. Pilih Bank Transfer BNI Syariah/Mandiri/BCA/BNI/BRI, Gopay, OVO atau Kartu Kredit
4. Klik 'Sedekah'
5. Dapatkan laporan via email

Silahkan untuk share juga halaman ini agar lebih banyak doa dan sedekah yang terkumpul.

Tidak ada hasil ditemukan
Sedekah Sekarang