Masih banyak anak Yatim dan Dhuafa kesulitan memenuhi kebutuhan belajar.Maukah kamu membantu mereka? Sahabat mari ringankan beban mereka dengan kedermawanan kita agar mereka bias menggapai cita-citanya.

Bantu Sediakan Alat Sekolah Untuk Yatim Dhuafa

Pandemi Covid -19 merupakan musibah yang dirasakan oleh seluruh manusia di berbagai negara tak terkecuali Indonesia. Seluruh segmen kehidupan terganggu termasuk dalam hal pendidikan. Sejak beberapa bulan yang lalu, pemerintah Indonesia memutuskan untuk menutup sekolah dan mengadakan pembelajaran jarak jauh serta dilakukan secara daring.

Kondisi ini semakin memperburuk keadaan, karena tidak semua siswa memiliki gadget yang mendukung proses belajar mereka. Salah satunya adalah Udin, ia merupakan salah satu siswa kelas 10 disebuah sekolah yang terletak di Kecamatan Jiwan. Saat ia masuk sekolah bertepatan dengan merebaknya wabah virus corona di Indonesia sehingga ia tidak bisa pergi ke sekolah seperti biasanya.

“Iya Kak pas aku baru masuk sekolah pas banget corona dateng jadi aku gak bisa pergi ke sekolah kayak biasanya” ungkap Udin kepada tim yang mengunjunginya.

425e7fe09d2652bfa997dd25d1479371.jpg

Maka dari itu proses belajar dialihkan menjadi online namun sayangnya para siswa diharuskan memiliki handphone sebagai saluran penerima informasi serta tugas antara murid dan guru. Udin yang tidak seberuntung teman-temannya harus mengalami kendala saat harus mendapatkan informasi terbaru tentang tugas yang diberikan oleh gurunya

“Awal ada peraturan belajar melalui daring sempet bingung juga kak, soalnya gak ada handphone buat ngirim tugas, kadang harus numpang ke temen juga” ujar Udin

e39cd1d77e14276194f9711da61a27fe.jpg

Orangtua Udin pun tak mampu untuk membelikan handphone baru untuknya karena harus membiayai kelima saudaranya yang lain. Namun ada seorang dermawan yang memberikan bantuan dengan membelikan sebuah handphone untuk Udin agar ia tidak perlu terlambat lagi dalam menerima informasi dari gurunya.

Tak hanya Udin yang merasakan sulitnya untuk memenuhi kebutuhan pendidikan saat ini. Ada si kembar Rafa dan Rafi yang sudah menjadi piatu sejak umur 2 tahun yang sudah harus merasakan sedihnya kehilangan Ibunya dan kini ia hanya tinggal bersama ayahnya.

b279696836896abf9fcf042a7e095a2e.jpg

Memiliki keterbatasan ekonomi membuat Ayah si Kembar terpaksa harus menitipkan Rafa dan Rafi ke Pondok Pesantren Miftahul Huda Kabupaten Magetang. Menurut penuturan pengasuh di pondok, Rafa dan Rafi dikenal sebagai anak yang ceria dan berperilaku santun serta suka membantu teman-temannya saat sedang kesusahan.

“Rafa dan Rafi kalau di pondok terkenal ramahnya Mas, dia anaknya suka ngebantuin temen-temen yang lain. Jadi waktu itu pas dia lagi sakit terus melihat saya kelelahan lalu dia bilang kalau udah sembuh mau pijetin saya supaya saya gak capek lagi” cerita pengasuh pondok yang matanya terlihat berkaca-kaca.

8c9fbd811472a7646624e47c02e20b09.jpg

Sahabat, kini mereka membutuhkan kedermawanan kita agar mereka bias menggapai cita-citanya. Mari sahabat dermawan, bersama kita bantu penuhi peralatan sekolah untuk anak-anak yatim dan dhuafa agar mereka dapat maksimal dalam mendapatkan ilmu pelajaran

Salurkan Sedekah terbaik Sahabat Dermawan dengan cara:

1. Klik 'Sedekah Sekarang'
2. Masukan nominal Sedekah
3. Pilih Bank Transfer BNI Syariah/Mandiri/BCA/BNI/BRI, Gopay, OVO atau Kartu Kredit
4. Klik 'Sedekah'
5. Dapatkan laporan via email

Silahkan untuk share juga halaman ini agar lebih banyak doa dan sedekah yang terkumpul.

Tidak ada hasil ditemukan

ACT Madiun

Created 16 Dec, 2020 Madiun Kemanusiaan

Target

Rp 14,845,571 Dari Rp 50,000,000

30% Terkumpul by 165 Sedekah 36 hari tersisa