Tinggal 2 tahun di tenda, Pak Indra sangat ingin bisa memiliki rumah sederhana agar kedua anaknya, Vito dan Nino bisa hidup dengan layak. Sahabat, yuk bantu bangun hunian nyaman untuk keluarga Pak Indra!

Bangun Rumah Layak Huni untuk Keluarga Pak Indra

Update : 24 Dec, 2020

Sudah jatuh tertimpa tangga pula, sepertinya pepatah ini yang cocok menggambarkan kondisi Pak Indra beserta kedua anaknya, Vito dan Nino. Ini diawali saat usahanya bangkrut dan terlilit hutang dimana-mana, lalu rumah dan hartanya disita oleh bank. Tidak sampai disitu, musibahnya ditambah dengan anak ketiganya yang meninggal saat persalinan di usia 7 bulan, dan ia pun harus mengikhlaskan istrinya yang qadarullah meninggal dunia.

03bbc61cf952f6ad74b5ac86f1003770.jpg

Dengan kondisi yang sudah tidak memiliki apa-apa lagi, Pak Indra memutuskan untuk memulai hidupnya dari awal lagi bersama Vito dan Nino. Berpindah dari Banyuwangi ke Kota Malang tanpa tujuan, mereka harus hidup di jalanan dengan keterbatasan selama hampir 3 tahun sejak tahun 2017. Tak banyak yang bisa dilakukan Pak Indra, beliau hanya memulung sampah bersama kedua putranya untuk menyambung hidup.

acd5bcae4b76bfd49a8b3df7fb4b422c.jpg

Dulu, Pak Indra bekerja sebagai kontraktor di bidang telekomunikasi. Sudah banyak tender dan kesepakatan kontrak yang beliau kerjakan. Pada tahun 2015, beliau menyepakati sebuah kontrak dengan harga milyaran rupiah dan dikerjakan dalam jangka waktu 6 bulan. Ketika proses pengerjaan berlangsung, terjadi kenaikan harga barang sehingga beliau tidak mampu memenuhi kebutuhan proyek. Berawal dari sinilah pak indra memutuskan untuk berhutang kemana-mana dengan jumlah besar. Namun kondisi keuangan tidak membaik justru semakin memburuk. Pada akhirnya semua harta yang dimiliki pak indra habis tidak tersisa untuk membayar hutang.

e986c008c2e5d1a219ecb94bed1fa34e.jpg

Di saat kondisi Pak Indra sedang terpuruk tanpa apapun yang tersisa, istrinya juga sedang mengandung anak ketiga dengan usia kandungan 7 bulan. Keadaan posisi bayi yang sungsang, istrinya terpaksa harus melahirkan bayi dengan kondisi prematur. Namun siapa sangka, kelahiran bayi yang ditunggu-tunggu berubah menjadi kesedihan yang mendalam ketika Pak Indra tahu bahwa bayi dan istrinya meninggal dunia karena pendarahan.

fa4f846089eeffbaef2ea8eaf3b7832a.jpg

Setelah bayi dan istrinya meninggalkan beliau untuk selamanya, hanya tersisa Vito dan Nino, dua anak laki-lakinya yang selalu membersamai dan menjadi penyemangat Pak Indra. Vito anak pertama harus merelakan tidak bersekolah lagi dan berhenti di kelas 3 SD, sedangkan Nino tidak melanjutkan sekolah dan berheti dikelas 2 SD. Tak mudah bagi Pak Indra serta Vito dan Nino untuk menjalani masa-masa sulitnya di jalanan sebagai pemulung, setiap hari tidak lebih dari 30 – 50 ribu rupiah uang yang didapatkan hanya cukup makan untuk sehari saja. Tak hanya itu, setiap malam mereka kebingungan mencari tempat berteduh dan istirahat setelah seharian melepas penat dari memulung sampah.

04be5b6da3a9eb4625b385c5c5b90635.jpg

“Saya coba sisihkan beberapa ribu rupiah hasil dari memulung, untuk membelikan anak-anak tenda kecil untuk tidur”, sembari Pak Indra menunjukkan tenda kecilnya. Ternyata tenda yang mereka beli tidak cukup untuk menampung 3 orang untuk berteduh, Pak Indra membangun tenda dari terpal dengan kondisi apa adanya. Namun Pak Indra diusir dan tidak diizinkan oleh pemilik lahan untuk membangun tendanya. Setelah itu, Pak Indra dipinjamkan sepetak tanah oleh tetangganya, yang kemudian dibangungkan rumah sederhana dari asbes hasil dari pemberian orang-orang yang peduli.

94e6db18db22817f9ba495805938e221.jpg

Saat ini, Pak Indra ingin memiliki rumah yang layak huni untuk tinggal bersama kedua anaknya. Ia juga sangat berharap agar Vito dan Nino bisa melanjutkan sekolahnya, dan menggapai cita-citanya.

Salurkan Sedekah terbaik Sahabat Dermawan dengan cara:

1. Klik 'Sedekah Sekarang'
2. Masukan nominal Sedekah
3. Pilih Bank Transfer BNI Syariah/Mandiri/BCA/BNI/BRI, Gopay, OVO atau Kartu Kredit
4. Klik 'Sedekah'
5. Dapatkan laporan via email

Silahkan untuk share juga halaman ini agar lebih banyak doa dan sedekah yang terkumpul.

Tidak ada hasil ditemukan

ACT Malang

Created 24 Dec, 2020 Malang Sarana dan Infrastruktur

Target

Rp 3,830,737 Dari Rp 50,000,000

8% Terkumpul by 60 Sedekah 73 hari tersisa